Romansa H-P
“Ngiung..ngiung…ngiung”, sirine bergema di penjuru Menteng sore itu.
Masyarakat biasa dengan segala perangkatnya berbondong-bondong memutuskan untuk meminggirkan kendaraan mereka.
“Awas, obama mau lewat”, celetuk salah seorang pengendara motor berkaos hijau lengkap dengan jas hujan yang ia kenakan.
Saya yang saat itu sedang terburu-buru mencari tempat persinggahan untuk berteduh pun, seakan-akan tidak menghiraukan sirine dan kendaraan-kendaraan pejabat yang beriring-iringan mau lewat.
Hujan semakin deras dan rembesannya pun sudah masuk ke baju tipis saya waktu itu.
“Akhirnya…”, dengan tenang saya mampir kesalah satu pom besin berlogo kerang didaerah Cikini – Menteng.
Setelah memutuskan mengisi 2 liter bahan bakar, hujan yang semakin deras itu pun membuat saya memutuskan untuk “ngaso” sejenak didepan mini market milik pom bensin itu.
Membeli sebuah biskuit lapis coklat dan sebotol juice segar tampaknya mulai membuat saya lupa bahwa hawa kala itu lebih dingin mungkin dari botol yang saya beli.
“Srek..Pss”, kemasan biskuit saya buka dan tutup botol pun tak kalah mengikutinya.
Nongkrong kala itu sangat mengasyikkan memang, apalagi melihat sepasang kekasih yang masih lengkap dengan jas hujan mereka duduk bercengkrama sekitar 3 meter di seberang kiri saya.
Tiba-tiba datang sepasang kekasih yang sudah terlanjur basah kuyup, yang tampaknya ingin bergabung pula bersama kami.
Selang beberapa menit kemudian, pasangan itu pun duduk tepat disebelah saya duduk. Hanya bedanya mereka tidak mengenakan jas hujan seperti pasangan sebelumnya.
Awalnya saya tidak begitu peduli dengan realita pasangan abg yang sedang merajut asmara, apalagi kala itu hujan. Wah, pasti semakin “dingin” ya rasanya
dingin-dingin empuk kalau kata iklan bilang.
Pemandangan yang semakin jelas itu pun membuat saya tersenyum. Tebak, apa yang mereka sedang lakukan atau bicarakan? Mereka tidak melakukan apa-apa, yang bercengkrama seperti biasanya. Hanya saja, mereka seakan-aakan sudah membuat plot.
Realitasnya seperti ini, pasangan jas hujan sebelumnya, si wanitanya berasal dari etnis tionghoa sedangkan si laki-lakinya hanya berasal dari warga Indonesia biasa. Dan bisa ditebak, pasangan yang duduk tepat disebelah saya malah justru sebaliknya.
Benar-benar pemandangan yang langka jika kita lihat 5-7 tahun yang lalu, dimana rasa-rasanya hal itu mustahil untuk terjadi.
Kali ini situasinya berbeda, mereka tidak memandang lagi dari etnis mana mereka berasal. Apakah mereka hitam atau putih. Sekarang jarak itu sekana tidak ada lagi. Mereka bahkan sudah lupa tragedi 98 yang membuat jurang lebar antara etnis tionghoa dengan penduduk asli Indonesia.
Mereka sudah terjebak romansa, kisah cinta yang tulus. Dimana saya merasakan aura cinta yang begitu besar dari mereka.
Sayangnya, saya tidak bisa mengabadikan moment langka itu. Masih ada bunyi di kamera saya dan sudut pengambilannya pun sangat terbatas, mengingat hujan masih terjun bebas waktu itu.
Tak lama hujan semakin enggan turun di Menteng, saya pun bergegas pergi meninggalkan senyuman dan candaan mereka yang sedang di mabuk asmara itu.
Dan hari itu, saya jadikan sebagai momen antara Obama dan Romansa
-
http://cluban.info Thomas Howard cluban
